Asmara luka
Kini ku coba mengungkapkan siapakah dirinya
Yang telah mengaku menjadi seorang kekasih itu
Aku tak pernah bisa memahami
Bila malam tiba kan ku relakan
Dengan siapa kau akan melewatinya
Aku tak pernah bisa memahami
Aku seorang lelaki tak mungkin menerimamu
bila Ternyata kau mendua,
membuatku terluka
Tinggalkan saja diriku yang tak mungkin menunggu
Jangan pernah memilihku,
jika aku bukan pilihan hatimu
Wanita yang ku kenal hatinya
Aku tak bisa memahaminya
Tak perlu kau memilihku
Aku lelaki bukan tuk dipilih
Asmara
Kemana ku berjalanDebu dan keringat
Yang ada diatas kulit tubuh ini
Saksi bisu bahwa
Tak mudah dan tak segampang
Yang selama ini aku sangka tentang asmara
Cermin di segala tempat
Sahabat terdekat
Tak pernah terlambat
Menampung setiap ungkapan
Mendekap semua keluhan
Meraih suka
Menangkap tawa
Merebut duka
Satu cerita dua manusia
Terlibat dalam amuk asmara
Satu cerita yang memang ada
Tak mungkin mati jelas abadi
Selama manusia hidup dalam alam ini
Maafkan kalau ku salah duga
Ternyata asmara itu
Tak mudah tak gampang dan tak secengeng
Yang kukira yang kusangka
Asmara
Awan
hitam semakin legam
Hujan
panas silih berganti
Gelombang
panas menyengat bumi
Insan
merintih tak berhenti
Rintih tangis di malam hari
Rintih tangis di malam hari
Jerit
pilu menyayat kalbu
Wajah
sendu menanti pagi
Hujan
badai berhenti
Kicau burung ramai bernyanyi
Kicau burung ramai bernyanyi
Tanda
musim berganti
Kasihku
kan datang berlari
Menjemput
hatiku yang sepi
Kini ku bersama kembali
Kini ku bersama kembali
Seperti
dahulu berseri
Asmaraku
yang telah pergi
Kini
bersemi lagi
tabir
gelap yang dulu hinggap
lambat
laun mulai terungkap
labil
tawamu tak pasti tangismu
jelas
membuat aku sangat ingin mencari
apa yang tersembunyi di balik manis senyum
apa yang tersembunyi di balik manis senyum
muapa
yang tersembunyi
di
balik bening dua matamu
dapat ku temuimengapa engkau tak pasti
dapat ku temuimengapa engkau tak pasti
lalu
aku cobauntuk mengerti
saat engkau tiba
saat engkau tiba
disimpang
jalanlalu kau bimbang
untuk
tentukan arah tujuan
jalan gelap yang kau pilihpenuh lubang dan mendaki
jalan gelap yang kau pilihpenuh lubang dan mendaki
jalan
gelap yang kau pilihpenuh lubang dan mendaki
Angan dan Ingin seperti
Angin
Sambil tersenyum dan
tanpa beban Sepanjang
jalan menarik perhatian Rambutnya
panjang Rampingnya
pinggang Celana blue
jeans mengukir tubuhnya sempurna Tua muda
berangan melihatnya Seperti aku
ingin bersamanya Tapi
sayangnya Angan dan
ingin Seperti
angin Tiada
habisnya Tiada
hentinya Melayang Tiada
habisnya Tiada
hentinya Menggoyang Tiada
habisnya Tiada
hentinya Menantang Tiada
habisnya Tiada
hentinya Sehingga
hujan turun mengecewakanKala surya kan tiba Tuk
menyinari semua Isi alam
semesta Embun pagi
gelisah Enggan
untuk berpisah Ingin
lenyapkan hati yang resah Jauh jauh
kau datang Hanya untuk
memandang Betapa
indah alam Sekejap kau
terdiam Saat senja
kan jelang Tangis
perpisahan tak tertahan Oh Adakah
semua ini Engkau ciptakan Berapa dosa
yang telah ia lakukan Tiada damai
di hati ia rasakan Siapa kan
menjawabnya? Jika ia
ingin bertanya Salahku
dimana? Tunjukkan
dimana? Yang ini
salah siapa?
Ijinkan aku menyayangimu
Andai kau
ijinkan, Walaupun hanya sekejap
memandangmuakan Kubuktikan
padamu, aku memiliki rasa Cinta yang
kupendam, yang tak sempat aku
tanyakan Karena kau tlah
memilih, menutup pintu hatimu Ijinkan aku
membuktikan padamu Inilah
sesungguhnya rasa Ijinkan aku
menyayangimu SayangkuDengarkanlah
isi hatiku cintaku Dengarkanlah
isi hatiku Bila cinta
tak menyatukan kita Bila kita
tak mungkin bersama Ijinkan aku
tetap menyayangimu Aku sayang
padamu Ijinkan aku
membuktikan
Penantian
Bila mentari bersinar
lagi Hatikupun
ceria kembali ... Kutatap
mega tiada yang hitam Betapa
indah hari ini Kumenanti
seorang kekasih Yang
tercantik yang datang dihari ini Adakah dia
kan selalu setia Bersanding
hidup penuh pesona Harapanku Jangan kau
tak menepati Datanglah
dengan kasihmu Andai kau
tak datang kali ini Punah
harapankuMemetik gitar dan
bernyanyi Pada waktu
tak bertepi Di atas
langit di bawah tanah Di hembus
angin terseret arus Untuk
saudara tercinta Untuk Jiwa
yang terluka Tengah lagu
suaraku hilang Sebab hari
semakin bising Hanya bunyi
peluru di udara Gantikan
denting gitarku Mengoyak
paksa nurani Jauhkan
jarak pandangku Bibirku
bergerak tetap nyanyikan cinta Walau aku
tahu tak terdengar Jariku
menari tetap takkan berhenti Sampai
wajah tak murung lagi Amarah
sempat dalam dada Namun
akalku menerkam Kubernyanyi
di matahari Kupetik
gitar di rembulan Di balik
bening mata air Tak pernah
ada air mataHasrat hatiTelah kuberikan semua
yang ada didalam jiwa Tak tersisa
walau sekecil debu Ku
ikhlaskan goresan rasa namun kata yang indah Selalu
berlabuh di tempat yang salah Hari sepi
menikam dalam Tak adakah
secercah harapan Biduk cinta
yang hampir karam coba aku tahan Sempat
goyah sempat aku bosan Hasrat hati
yang kini terganggu oleh rasa ragu Kemanakah
rindu yang kemarin Ungkapkanlah
isi hatimu Jangan
pernah berpaling dariku Tunjukkanlah
rasa cintamu Jangan
sampai aku bertanya Apakah aku
benar-benar memiliki Apakah aku
benar-benar memiliki Kamu